Goresan Kesuntukan PDF  Array Cetak Array  Surel
Ditulis oleh Puthut EA   
Senin, 13 April 2009 15:36
AddThis Social Bookmark Button

Suntuk, mungkin adalah nama tengah saya. Kalau mau dihitung secara matematis, prosentase saya di dalam keadaan suntuk, lebih banyak dibanding saat saya merasa ‘baik-baik saja’. Kalau sudah begitu, beragam keisengan, dan kadang-kadang kengawuran, bisa saya lakukan: nulis ngawur, jalan-jalan ngawur, ngobrol ngawur, dan (agak malu-malu) saya sering menggores ngawur.

Suatu saat, ketika sedang mengerjakan sebuah proyek, sahabat saya bernama Wibowo Arif atau akrab disebut Jemek, menghadiahi saya buku tulis dan pensil. Sekarang, buku itu hampir penuh oleh goresan ngawur saya. Tentu, itu bukan berarti saya berpretensi menjadi seorang perupa atau penyair. Kalau menjadi perupa, tak ada sedikit pun pernah terbit di diri saya. Kalau menjadi seorang penyair, wah itu cita-cita lama, dan saya sedang belajar, walaupun tetap susah.Dulu sih, saya pernah menulis puisi, tetapi sudah lama tidak lagi. Sudah tidak percaya diri lagi.

Tetapi, apapun itu, goresan-goresan saya menunjukkan apa yang mengganggu saya, keinginan saya, dan mungkin: kebebalan saya. Entah kenapa, saya ingin membagi itu semua kepada Anda.

 

 

  
  
 
Terakhir Diperbaharui pada Senin, 13 April 2009 15:57
 

 copyright © 2009 Puthut EA