Goresan Kesuntukan

Goresan Kesuntukan

Suntuk, mungkin adalah nama tengah saya. Kalau mau dihitung secara matematis, prosentase saya di dalam keadaan suntuk, lebih banyak dibanding saat saya merasa ‘baik-baik saja’. Kalau sudah begitu, beragam keisengan, dan kadang-kadang kengawuran, bisa saya lakukan: nulis ngawur, jalan-jalan ngaw...

Kena Badai

Kena Badai

Bagi seorang yang hobi memancing, ada dua pertanyaan penting yang harus dijawab. Pertama, di mana kamu memancing? Jika Anda menjawab di kolam ikan, waduk, sungai atau danau, bagi pemancing tertentu, Anda belum dianggap sebagai pemancing sejati. Kalau Anda menjawab di laut, Anda baru diakui sebagai p...

Seusai Pesta Pernikahan

Seusai Pesta Pernikahan

Salah satu sahabat saya, Anwar, pada tanggal 22 Juni melangsungkan pesta pernikahannya dengan Nita. Saya datang terlambat karena satu urusan. Ketika sampai di tempat pesta, mempelai pengantin sudah turun dari singgasananya. Saya hanya bisa sedikit kecewa karena tidak bisa mengikuti prosesi pernikaha...

Ritual di Kuta

Ritual di Kuta

Nama Kuta, nyaris identik dengan Bali. Mungkin bagi banyak orang, belum merasa ke Bali kalau belum pernah ke Kuta. Tetapi Kuta tetaplah bagian dari Bali, sekalipun hiruk-pikuk, suasananya terutama di malam hari, seperti sebuah wilayah yang bukan Bali dan bahkan bukan di Indonesia. Ini adalah sebuah...

Mengantar dari Luar
Ditulis oleh Puthut EA   
Sabtu, 21 Februari 2009 14:31
AddThis Social Bookmark Button

S

edianya, tulisan ini akan menjadi semacam pengantar pada buku kecil yang telah kelar ditulis oleh sahabat saya, Nurhady Sirimorok, yang jika tidak ada aral akan diterbitkan oleh Penerbit Insist Press di bulan ini dengan judul Laskar Pemimpi. Tetapi atas beberapa alasan, saya membatalkan pemuatan tulisan ini di buku tersebut.

Alasan saya sederhana belaka. Pertama, saya merasa bahwa tanpa tulisan ini, buku hasil karya Ady, begitu biasa saya panggil si penulis, lebih bisa hadir secara mandiri. Tulisan yang baik, menurut hemat saya, tidak perlu dikukuhkan oleh tulisan yang lain. Bahkan pada banyak hal, tulisan pengantar malah bisa menghambat dan mereduksi substansi yang ingin ditatahkan oleh si penulis.
Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 21 Februari 2009 14:56
Selengkapnya...
 
Mansour Fakih: A Book That Will Always Be Open
Ditulis oleh Puthut EA   
Sabtu, 21 Februari 2009 03:07
AddThis Social Bookmark Button
Obituary for A Friend


"It’s hard for me to accept the teaching that life always gives the best fate to each person. As far as I know, life always takes our best friends and comrades, one by one! But life always teaches me to put my faith in the fact that he will replace our best friends who have gone with new young people who have the attitude and high dedication needed
to work for humanitary." (Bethesda, 8/02/2004, midday)

P


ieter Elmas, a social movement activist in Southeast Maluku, had just returned home from taking his children to school. Not knowing why, he suddenly fell asleep and began to dream. In the dream, he was lying in the same room as Mansour Fakih, who was trying to convince him that he had been healed from his sickness. Piet didn’t believe it. But Mansour showed him his back and said, "Look, my back is covered in hives. That’s a sign that the sickness has already left my body." Piet saw that there were many hives on Mansour’s back. Before he had a chance to think more about it, a woman suddenly came and closed the door of their bedroom. 
Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 21 Februari 2009 14:16
Selengkapnya...
 
Warisan Omi
Ditulis oleh Puthut EA   
Jumat, 20 Februari 2009 14:49
AddThis Social Bookmark Button

S

ore ini, Dodo Hartoko datang ke rumah kontrakan saya. Seperti biasa, ia tidak mencopot sepatu, langsung masuk, mengeluarkan cerocosan suaranya yang kadang kala saya rindukan, tetapi juga sering membuat saya pusing. Tentu saya tidak pernah keberatan jika ia tidak mencopot sepatunya, karena lantai di rumah saya justru akan mengotori kaki siapapun yang berani bertanjang menapakinya. Juga karena saya tahu persis, Dodo senang dengan sepatu, cenderung gila sepatu.

Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 21 Februari 2009 03:06
Selengkapnya...
 
Legenda
Ditulis oleh Puthut EA   
Selasa, 30 Desember 2008 12:11
AddThis Social Bookmark Button

J

ika ada di antara Anda yang masih bermimpi menjadi legenda, nampaknya Anda harus memikir dan menimbang ulang. Dunia sekarang ini, sudah tidak butuh lagi, lebih tepatnya tidak memungkinkan lagi muncul sosok legenda. Jadi, daripada Anda sakit jiwa karena mimpi Anda tidak tercapai, lebih baik mulai sekarang mengganti mimpi Anda dengan mimpi yang lain, yang lebih masuk akal.

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 01 Januari 2009 12:18
Selengkapnya...
 
Gundukan
Ditulis oleh Puthut EA   
Kamis, 25 Desember 2008 12:24
AddThis Social Bookmark Button

S

aya belum bisa memberi kesimpulan tentang guyon-waton ini. Konon orang Yogya ramah tapi pendendam. Hal tersebut bisa dilihat dari bentuk blangkon khas Yogya yang mbendhol mburi. Alasan saya untuk tidak mempercayai itu adalah karena saya sendiri merasa bahwa saya pun pendendam, padahal saya bukan asli Yogya. Dan saya banyak mendapati beberapa teman saya yang pendendam pun bukan berasal dari Yogya. Sementara, satu dua teman saya yang dari Yogya justru termasuk bukan pendendam.

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 12 Februari 2009 14:48
Selengkapnya...
 
Babel
Ditulis oleh Puthut EA   
Kamis, 25 Desember 2008 12:16
AddThis Social Bookmark Button

U

ntuk membunuh waktu, di sebuah kota yang asing, saya menonton sebuah film yang akhir-akhir ini sangat sering diperbincangkan orang: Babel. Awalnya, jelas karena saya ingin sekali menonton wajah seksi salah satu aktornya, Brad Pitt. Tapi film itu memberi lebih dari sekadar kepiawaian dan keseksian aktor tersebut.

Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 30 Desember 2008 12:11
Selengkapnya...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Selanjutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

 copyright © 2009 Puthut EA