Menjadi Detektif Sejarah

Buku ini berharga karena beberapa hal. Pertama, penulis buku ini mencoba ikut ambil bagian dalam sebuah percobaan untuk menyibak lapis misteri yang menyelubungi peristiwa paling gelap dalam sejarah Indonesia modern: peritiwa 1965. Kedua, percobaan ini dilakukan sebagaimana halnya seorang detektif yang meneliti satu demi satu peristiwa sengkarut peristiwa, melacak dengan tingkat ketelitian yang tinggi, dan seperti halnya seorang detektif: semua orang bisa jadi tersangka, sekaligus semua orang bisa menjadi bukan tersangka. Ketiga, rancang-bangun buku ini disusun sedemikian rupa dengan ketrampilan dan kejelian, juga kemampuan menuliskan deskripsi dan membangun plot yang canggih.
 
John Roosa, si penulis, sekalipun punya kepedulian yang kokoh tentang dosa kemanusiaan di balik tragedi itu, tetapi membuang jauh-jauh prasangka soal siapa pelaku utama di balik kerunyaman yang menguapkan ratusan ribu orang tak berdosa. Ia melacak dan menggeluti fakta sampai pada batas-batas kemungkinannya, melakukan analisa, membuat hipotesa sekaligus berani menyangkalnya kalau ternyata di tengah jalan hipotesa itu tidak cocok dengan hasil-hasil yang ditemukannya.

Si penulis juga telah berhasil keluar dari dua kutub bersebarangan: versi rezim Orde Baru dan versi lain yang secara total mengarahkan telunjuknya kepada Jendral Besar Suharto. Ia merenangi kedua arus yang berlawanan itu dengan cara yang sangat kritis.

Buku ini memberikan sumbangsih yang berarti bagi upaya mengenal sejarah bangsa ini, lewat cara yang agak berbeda. Sebab tanpa mengetahui seluk-beluk peristiwa 1965, maka kita akan senantiasa luput membaca peta masalah dan bangunan ekonomi-politik Orde Baru sampai sekarang.

Buku ini teramat berharga untuk Anda lewatkan. Saya memberi bintang lima untuk buku ini, dengan menimbang kualitas isi, kredibilitas dan integritas intelektual penulisnya, dan kemampuan si penulis di dalam menyajikan buah pikirannya di dalam bentuk tulisan.

 

Judul buku: Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto
Penulis: John Roosa
Penerjemah: Hersri Setiawan
Penerbit: Hasta Mitra dan Institut Sejarah Sosial Indonesia
Tahun terbit: 2008
Halaman: 390 + xxiii

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.