|
Ditulis oleh Puthut EA
|
|
Jumat, 20 Februari 2009 14:49 |
|
S ore ini, Dodo Hartoko datang ke rumah kontrakan saya. Seperti biasa, ia tidak mencopot sepatu, langsung masuk, mengeluarkan cerocosan suaranya yang kadang kala saya rindukan, tetapi juga sering membuat saya pusing. Tentu saya tidak pernah keberatan jika ia tidak mencopot sepatunya, karena lantai di rumah saya justru akan mengotori kaki siapapun yang berani bertanjang menapakinya. Juga karena saya tahu persis, Dodo senang dengan sepatu, cenderung gila sepatu. |
|
Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 21 Februari 2009 03:06 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Menjadi Detektif Sejarah |
Surel |
|
Ditulis oleh Puthut EA
|
|
Minggu, 08 Februari 2009 13:45 |
Judul buku: Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto Penulis: John Roosa Penerjemah: Hersri Setiawan Penerbit: Hasta Mitra dan Institut Sejarah Sosial Indonesia Tahun terbit: 2008 Halaman: 390 + xxiii
Buku ini berharga karena beberapa hal. Pertama, penulis buku ini mencoba ikut ambil bagian dalam sebuah percobaan untuk menyibak lapis misteri yang menyelubungi peristiwa paling gelap dalam sejarah Indonesia modern: peritiwa 1965. Kedua, percobaan ini dilakukan sebagaimana halnya seorang detektif yang meneliti satu demi satu peristiwa sengkarut peristiwa, melacak dengan tingkat ketelitian yang tinggi, dan seperti halnya seorang detektif: semua orang bisa jadi tersangka, sekaligus semua orang bisa menjadi bukan tersangka. Ketiga, rancang-bangun buku ini disusun sedemikian rupa dengan ketrampilan dan kejelian, juga kemampuan menuliskan deskripsi dan membangun plot yang canggih.
|
|
Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 21 Februari 2009 02:53 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
|
|