Tuhan Maha Adil

Pada 2017-06-26 23:39:04, dalam Bola Liar

Lebaran belum tentu saling memaafkan. Di sebuah keluarga besar yang sedang berkumpul, seorang keponakan yang baru menyelesaikan gelar doktornya, bertanya kepada pamannya, seorang wartawan. "Menurut Paman, apakah kita semua nanti masuk surga?"

Sang Paman berusaha menjawab dengan hati-hati. "Saya tidak tahu. Karena yang berhak atas surga itu Tuhan."

Lanjut Baca...

Regol Padepokan

Pada 2017-06-26 23:37:21, dalam Bola Liar

Regol padepokan yang terbuat dari bambu itu dibuka. Satu persatu para alumni padepokan kecil itu masuk.

Padepokan itu memang sepi di saat Lebaran. Beberapa hari sebelum Lebaran tiba, Sang Guru meminta para cantrik untuk pulang ke rumah masing-masing. Paling yang tersisa hanya beberapa puthut (siswa yang sudah hampir lulus), dan beberapa cantrik yang memang tidak pulang karena piket.

Lanjut Baca...

Ibadah sebagai Selingan

Pada 2017-06-26 23:34:20, dalam Bola Liar

Seorang guru memanggil murid kinasihnya yang baru saja lulus, untuk memberi wejangan terakhir.

"Muridku, di luar sana, di dunia yang pikuk, menjalankan salat 5 waktu dan ibadah lain, kadang tidak ada hubungannya dengan tabiat orang...

"Padahal mestinya, makin rajin beribadah, makin lembut perasaannya, makin teduh mukanya, makin jembar hatinya...

Lanjut Baca...

Para Pembual

Pada 2017-06-26 23:33:04, dalam Bola Liar

Ketika jenazah anaknya yang masih belia hendak diberangkatkan ke kuburan, Sang Ibu mendekati kotak sumbangan yang berisi penuh uang. Dengan suara parau, dan airmata yang sudah hampir asat, dia bicara kepada orang-orang yang datang: para tetangga dan kerabat.

"Bapak-bapak dan ibu-ibu, uang ini banyak sekali bagi saya. Seandainya saja uang ini ada ketika anak saya masih di rumahsakit, mungkin akan menyelamatkan nyawa anak saya. Kini, uang ini tidak ada gunanya buat saya..."

Lanjut Baca...

Kisah Rio

Pada 2017-01-30 08:53:36, dalam Bola Liar

Sambil metengkrang, salah satu laki-laki yang paling menyebalkan di bumi Mentaram ini ndudut udud saya di atas meja. Dan tanpa minta izin, dia menyeruput kopi saya.

"Jadi gini, Mas... saya mampir ke sini ini bukan tanpa alasan. Saya merasa diperintah oleh Gusti Allah untuk mengunjungi Sampeyan..." Tanpa saya tanya, Rio langsung ngecuprus, bahkan tanpa melepas topinya yang itu-itu saja.

Lanjut Baca...