Biduan

Pada 2017-01-09 21:58:48, dalam Bola Liar

Usai menunaikan ibadah salat Magrib di perjalanan, Kiai Markaban yang didampingi seorang santrinya dan seorang sopir, melanjutkan perjalanan. Baru sekira 3 kilometer, mobil mereka dicegat oleh dua orang perempuan dan seorang laki-laki yang tampaknya mobil mereka tengah mengalami kerusakan.

Kiai Markaban meminta santrinya untuk turun dan menanyakan keperluan rombongan kecil itu. Ketika balik lagi ke mobil, Si Santri berkata kalau yang mencegat adalah seorang biduan dangdut yang hendak pentas. Mobil mereka macet. Mereka minta tumpangan.

Lanjut Baca...

Santri Google, Murid Youtube

Pada 2017-01-09 21:56:31, dalam Bola Liar

Seorang kiai yang dikenal telah melahirkan santri-santri cemerlang, tidak bisa menyimpan rasa resah yang ditahannya selama hampir dua tahun ini. Akhirnya dia memanggil salah satu santri seniornya yang sudah malang melintang di jagat intelektual, dan dikenal sebagai salah satu intelektual muda Islam yang cukup terkenal karena kedalaman ilmunya, dan keluasan cakrawala pengetahuannya.

Begitu Sang Santri menghadap, setelah saling berbagi kabar karena cukup lama tak bertemu, sambil makan lumpia dengan minuman teh nasgitel, Sang Kiai bertanya, "Nak, kenapa kamu dan kawan-kawanmu sering menyebut orang lain yang berbeda pandangan dengan kalian, dengan memberi sebutan mereka sebagai "Santri Google" atau "Murid Youtube"?"

Lanjut Baca...

Mudah

Pada 2017-01-06 18:03:25, dalam Bola Liar

Kiai Pantura yang makin sepuh wajahnya makin bersinar dan teduh itu agak heran. Sudah beberapa hari ini, di depan rumahnya, di luar pagar, ada sosok tua yang celingukan. Namun setiap kali Kiai Pantura itu berusaha mendekati, orang tersebut dengan cepat pergi.

Sore ini, Sang Kiai tak mau kalah gesit. Dia menyelinap terlebih dahulu keluar dari dalam rumahnya, amping-amping dekat pagar, dan begitu orang yang ditunggunya tiba, langsung dicilukba.

Lanjut Baca...

Penjara

Pada 2017-01-04 16:23:27, dalam Bola Liar

Kalau ada laku spiritual yang agak nyeleneh, salah satunya dilakukan oleh Jumadi. Setiap hari kerjanya datang ke penjara, menjenguk orang-orang yang tidak dikenalnya, membungkuskan makanan untuk mereka, menghibur mereka, dan ini yang agak aneh: memintakan doa dari mereka agar dirinya dan orang-orang di luar penjara hidup penuh berkah dan keselamatan.

Jumadi mendapatkan amalan itu dari gurunya, pensiunan copet di Jalan Solo, Yogya. Sang Guru suatu saat menegurnya ketika Jumadi tertawa lepas begitu membaca berita di koran tentang seorang koruptor yang tertangkap tangan. "Apa yang membuatmu bergembira membaca berita semacam itu? Gembira karena koruptornya tertangkap? Gembira karena koruptor berkurang? Gembira karena selama ini kamu menyimpan semacam rasa dengki pada orang-orang macam itu?"

Lanjut Baca...

Tiga Murid

Pada 2017-01-03 12:21:39, dalam Bola Liar

Beberapa bulan setelah Kiai Mukidi wafat, warga kampung dikejutkan oleh perubahan besar yang terjadi pada tiga murid kinasih Kiai Mukidi.

Murid pertama, yang biasanya begitu ramah dan banyak bicara, mendadak menjadi pendiam. Kerjanya sehari-hari sibuk mengurus sawah, lalu menjadi imam di langgar kecil peninggalan Kiai Mukidi. Sedangkan murid kedua yang biasanya pendiam, yang dulu hanya sibuk membaca kitab-kitab di kamarnya, kini beredar di banyak tempat terutama di pos-pos ronda dan warung-warung kopi. Dia yang biasanya pendiam mendadak menjadi ramah. Bukan hanya itu, dia mendadak menjadi humoris. Sering melucu dan membuat banyak orang tertawa.

Lanjut Baca...