Goresan Kesuntukan

Goresan Kesuntukan

Suntuk, mungkin adalah nama tengah saya. Kalau mau dihitung secara matematis, prosentase saya di dalam keadaan suntuk, lebih banyak dibanding saat saya merasa ‘baik-baik saja’. Kalau sudah begitu, beragam keisengan, dan kadang-kadang kengawuran, bisa saya lakukan: nulis ngawur, jalan-jalan ngaw...

Kena Badai

Kena Badai

Bagi seorang yang hobi memancing, ada dua pertanyaan penting yang harus dijawab. Pertama, di mana kamu memancing? Jika Anda menjawab di kolam ikan, waduk, sungai atau danau, bagi pemancing tertentu, Anda belum dianggap sebagai pemancing sejati. Kalau Anda menjawab di laut, Anda baru diakui sebagai p...

Seusai Pesta Pernikahan

Seusai Pesta Pernikahan

Salah satu sahabat saya, Anwar, pada tanggal 22 Juni melangsungkan pesta pernikahannya dengan Nita. Saya datang terlambat karena satu urusan. Ketika sampai di tempat pesta, mempelai pengantin sudah turun dari singgasananya. Saya hanya bisa sedikit kecewa karena tidak bisa mengikuti prosesi pernikaha...

Ritual di Kuta

Ritual di Kuta

Nama Kuta, nyaris identik dengan Bali. Mungkin bagi banyak orang, belum merasa ke Bali kalau belum pernah ke Kuta. Tetapi Kuta tetaplah bagian dari Bali, sekalipun hiruk-pikuk, suasananya terutama di malam hari, seperti sebuah wilayah yang bukan Bali dan bahkan bukan di Indonesia. Ini adalah sebuah...

Prosa Rupa
Ditulis oleh Puthut EA   
Kamis, 11 Februari 2010 16:20
AddThis Social Bookmark Button

satu

Catatan Tentang Proses Ini

Beberapa bulan yang lalu, saya diberi kesempatan untuk merespons karya seni Jumaldi Alfi. Jika sebelumnya, saya lebih sering menulis proses kreatif para perupa, maka pada kali ini, saya merespons karya-karya tersebut dengan karya seni lain: prosa. Tentu ini menjadi tantangan tersendiri, sekaligus kehormatan bagi saya untuk menafsir karya, dan kemudian membuat hasil tafsiran saya itu ke bentu prosa. Sebuah proses yang sangat mengasyikkan. Sebetulnya proses ini terjadi bersamaan dengan karya Andy Dewantoro, sebab hasil respons saya dipakai untuk katalog pameran Andy dan Alfi dengan tajuk “Two Sides of Solitudes”. Tetapi atas berbagai pertimbangan, salah satunya adalah ruang, yang saya munculkan di situsweb ini adalah tafsir saya atas karya-karya Alfi dalam bentuk prosa. Kepada Alfi, Andy dan Pak Hermanto Soerjanto, saya ucapkan terimakasih banyak.

Selengkapnya...
 
Rumah Ketiga
Ditulis oleh Puthut EA   
Selasa, 09 Februari 2010 15:45
AddThis Social Bookmark Button
rumahpertamaininnawaUntuk Komunitas Ininnawa

Makassar, begitu kata salah satu teman saya, adalah gambar yang buruk di dalam bingkai yang bagus. Perumpamaan yang menurut saya ada benarnya. Kalau seseorang hanya berada di Makassar saja, tanpa pernah melewatkan waktu keluar dari gambar itu menuju lanskap yang membingkainya, maka mungkin hanya akan ada hal ini: panas, berdebu, tatakota yang payah, drainase yang buruk, banjir jika musim penghujan, dan jangan lupa banyak sekali nyamuknya!
Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 09 Februari 2010 16:20
Selengkapnya...
 
Percakapan di Meja Panjang Ketika Hari Hujan
Ditulis oleh Puthut EA   
Jumat, 24 Juli 2009 17:58
AddThis Social Bookmark Button

“Lukisan itu bukan penisilin...”

Ketika mengucapkan kalimat itu, nada suara Agus Suwage terdengar sinis sekaligus humoris. Ia tersenyum, sambil memasang kacamata bacanya. Kalimat itu bukan ditujukan kepada saya. Suwage hanya mengulang sebuah jawaban, ketika salah seorang kawannya bertanya tentang lukisan-lukisannya yang dianggap tidak berguna bagi masyarakat. Hubungan lukisan dengan masyarakat, begitu hasil olah pikirnya, tidak seperti penisilin pada borok.

Selengkapnya...
 
Don
Ditulis oleh Puthut EA   
Jumat, 24 Juli 2009 16:17
AddThis Social Bookmark Button

Dari kelaparan, ketemu kera ganas, hingga mengayuh sampan INSIST

Seorang raja di daerah Maluku Tenggara suatu saat melihat seorang laki-laki asing yang sedang terlibat kerja dengan warganya. Raja melihat bagaimana ketekunan laki-laki itu. Rasa penasaran muncul, lalu ia bertanya pada salah seorang warga,”Siapakah laki-laki itu?” Orang yang ditanya oleh Sang Raja hanya bisa menjawab,”Ia seorang konsultan dari Jakarta. Ia mengajak supaya kita tidak memburu penyu, hiu dan lumba-lumba. Ia juga mengajak kita untuk tidak menebang pohon sembarangan.” Laki-laki yang sedang dipercakapkan itu kelak kita kenal bernama Don.

Selengkapnya...
 
The Temple: Sebuah Perjalanan Spiritual
Ditulis oleh Puthut EA   
Minggu, 12 April 2009 10:04
AddThis Social Bookmark Button

K

ira-kira di pertengahan tahun 2008, S Teddy D, kedatangan tiga orang tamu dari Museum Nasional Singapura. Salah seorang di antara mereka adalah Jose Tay, manajer program museum tersebut. Kedatangan mereka ke tempat Teddy atas saran Mella Jaarsma, seorang perupa dari Belanda yang telah lama bermukim di Indonesia dan merupakan salah satu pendiri Galeri Cemeti, Yogyakarta.

Selengkapnya...
 
Tepuktangan dari Jauh
Ditulis oleh Puthut EA   
Minggu, 12 April 2009 09:53
AddThis Social Bookmark Button

S

aya bukan penulis puisi dan bukan kritikus puisi. Pengetahuan saya atas puisi, boleh dibilang tidak ada. Hubungan saya dengan puisi hanya pada dua hal. Pertama, saya pernah menulis puisi, dulu. Dulu sekali (tapi siapa sih yang tidak pernah menulis puisi?) Kedua, saya masih suka menikmati puisi-puisi yang ditulis oleh orang lain, sampai saat ini. Siapapun tentu bisa paham, dengan berbekal dua hal itu, seseorang tidak cukup pantas untuk mengkritisi sebiji puisi pun. Kalau kemudian tulisan saya ikut nebeng di kitab ini, urusannya sungguh sepele saja. Para penyair yang karya mereka berada di dalam kumpulan kitab ini kebetulan berada di sebuah lembaga di mana saya pernah ikut terlibat di dalamnya.
Selengkapnya...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Selanjutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

 copyright © 2009 Puthut EA